Bab 1: Memahami Customer Value Journey
Prasyarat
Selamat datang di Customer Value Journey (CVJ)! Sebelum memulai, kami sangat menyarankan Anda menyelesaikan #Ideal Client Profiler Playbook terlebih dahulu.
Meskipun tidak wajib, menyelesaikannya akan membantu Anda memahami materi ini dengan lebih baik. Jadi, jika belum melakukannya, silakan mulai dari sana.
Dalam Playbook ini, Anda akan diajak memahami langkah demi langkah proses membuat Customer Value Journey—tahapan-tahapan yang dilalui pelanggan selama berinteraksi dengan bisnis/organisasi Anda.
Jawab 2 Pertanyaan Penting!
Dalam Playbook ini, kami akan mengajukan 2 pertanyaan penting tentang bisnis Anda:
Pertanyaan 1: Nilai/manfaat apa yang Anda berikan kepada pasar?
Dengan kata lain:
- Mengapa bisnis Anda layak ada?
- Mengapa calon pelanggan harus membeli produk/jasa Anda?
(Spoiler alert: Mereka tidak peduli apa yang Anda jual—yang mereka pedulikan adalah bagaimana produk Anda mengubah hidup mereka.)
🔹 Insight Tambahan:
Banyak pebisnis terjebak menjelaskan fitur produk (misal: “Kami menjual kursus online”), padahal yang dibutuhkan pelanggan adalah solusi atas masalah mereka (misal: “Kami membantu Anda menguasai skill digital dalam 30 hari tanpa ribet”).
Tips:
- Fokus pada manfaat emosional & hasil nyata yang didapat pelanggan.
- Gunakan bahasa sederhana, seperti: “Bingung mengatur keuangan bisnis? Kami bantu Anda untung lebih banyak dengan sistem yang mudah dipraktikkan!”
Pertanyaan 2: Bagaimana Anda mengubah calon pelanggan yang “dingin” menjadi pembeli, bahkan promotor setia dengan SENGAJA dan TERUKUR?
Ini adalah inti dari Playbook ini. Di akhir, Anda akan memiliki peta jalan untuk membimbing pelanggan melewati setiap tahap hubungan mereka dengan bisnis Anda—dengan sengaja dan bisa diulang.
(Kami menulis “SENGAJA” dan “TERUKUR” dengan huruf kapital karena ini kunci sukses!)
🔹 Insight Tambahan:
- “Sengaja” (Intentional) = Setiap langkah dirancang dengan tujuan jelas. Contoh:
- Tahap 1: Awareness (Mereka tahu Anda ada).
- Tahap 2: Trust (Mereka percaya solusi Anda).
- Tahap 3: Conversion (Mereka membeli).
- …dan seterusnya hingga jadi promotor.
- “Terukur” (Predictable) = Anda bisa mengulang proses ini kapan pun untuk mendapatkan hasil serupa.
Fakta Menarik:
Jika Anda punya minimal 1 pelanggan, sebenarnya Anda sudah punya Customer Value Journey. Tapi pertanyaannya:
- Apakah pelanggan itu datang karena strategi yang disengaja?
- Bisakah Anda mengulang kesuksesan itu lagi… dan lagi?
Di akhir Playbook ini, Anda akan mampu menciptakan prospek, pembeli, dan mitra referral kapan saja Anda mau!
Contoh Praktis:
Bayangkan Anda memiliki bisnis kursus fotografi::
Tanpa CVJ: Pelanggan datang secara acak (misal: dari rekomendasi teman).
Dengan CVJ: Anda punya strategi untuk:
1️⃣ AWARE: Orang melihat iklan Instagram Anda
2️⃣ ENGAGE: Mereka berkomentar “Tipsnya sangat bermanfaat!”
3️⃣ SUBSCRIBE: Mengunduh ebook gratis Anda
4️⃣ CONVERT: Membeli kelas dasar fotografi
5️⃣ EXCITE: Mendapat feedback personal dari mentor
6️⃣ ASCEND: Upgrade ke kelas advanced
7️⃣ ADVOCATE: Memberikan testimoni di IG story
8️⃣ PROMOTE: Mengajak teman-temannya join dengan program referral
Poin Penting:
Setiap bisnis memiliki CVJ yang unik
Beberapa tahap bisa berjalan bersamaan
Yang terpenting alurnya jelas dan terukur
Hasilnya? Aliran pelanggan baru yang konsisten!
Mengoptimalkan Customer Value Journey untuk Bisnis Anda
Sambil kita menjelajahi setiap tahap Customer Value Journey (CVJ), ingatlah selalu dua pertanyaan mendasar ini:
- Apa nilai unik yang Anda tawarkan kepada pasar?
- Bagaimana strategi Anda mengubah calon pembeli menjadi pelanggan setia?
Kedua pertanyaan ini akan menjadi kompas Anda dalam membangun hubungan bisnis yang bermakna.
Di BoostBisnis, kami memetakan proses ini dalam 8 tahap penting yang kami sebut Customer Value Journey. Untuk penjelasan lebih mendalam, kami akan memandu Anda memahami bagaimana CVJ dapat menjadi tulang punggung strategi bisnis Anda.
Mengapa ini penting?
- Setiap interaksi dengan pelanggan harus memberi nilai tambah
- Proses konversi harus terencana dan terukur
- Hubungan dengan pelanggan adalah perjalanan berkelanjutan
“Teknologi dan tren marketing terus berkembang, tetapi psikologi manusia tetap sama sejak dulu. Kita masih merespons rasa ingin tahu, kepercayaan, dan nilai emosional dengan cara yang sama seperti 50 tahun lalu.”
Contoh Nyata:
- 1980-an: Calon pembeli baca brosur → 2020-an: Baca blog/ulasan
- Perubahan alat (tool), tapi proses pengambilan keputusan sama: butuh bukti → percaya → beli
3 Poin Kunci:
- Pentingnya Urutan
- “Marketing yang gagal seringkali karena salah urutan – seperti ‘melamar nikah di kencan pertama’.
- Manusia butuh proses: kenal → percaya → beli → setia.
- Contoh Nyata:
- Salah: Langsung tawarkan produk mahal ke lead baru.
- Benar: Beri nilai dulu (e-book gratis), bangun kepercayaan, baru tawarkan solusi premium.”
- 8 Tahap Customer Value Journey (CVJ):TahapAnalogi ManusiaAplikasi Bisnis1. AwareMelihat dari jauhIklan/Artikel/Referral2. EngageMulai ngobrolLike/comment/kunjungi website3. SubscribeTukar nomor HPDaftar newsletter/Follow media sosial4. ConvertKencan pertamaBeli produk kecil/Booking demo5. ExciteKencan menyenangkanBerikan pengalaman positif setelah pembelian6. AscendHubungan seriusUpsell/Program membership7. AdvocatePujian ke temanTestimoni/Review8. PromoteJadi matchmakerReferral/Affiliate
- Filosofi Inti:
- “Marketing bukan tentang produk, tapi tentang membantu pelanggan menjadi versi terbaik diri mereka.
- B2B atau B2C? Tetap Human to Human (H2H).”
Aksi yang Bisa Dilakukan Sekarang:
- Pilih 1 Segmen Pelanggan
- Fokus pada 1 profil pembeli ideal (avatar) terlebih dahulu.
- Contoh: “Saya pilih ‘Ibu bekerja usia 30-45 yang ingin meal plan sehat’.”
- Dokumentasikan CVJ Mereka
- Gunakan template 8 tahap di atas.
- Pertanyaan Panduan:
- “Di tahap mana pelanggan saya biasanya ‘putus’?”
- “Apa yang bisa saya berikan di tahap Excite untuk membuat mereka jatuh cinta?”
Kutipan Inspiratif:
“Masalah utama bisnis bukanlah produk buruk atau pesan salah – tapi salah urutan. Anda mungkin menawarkan solusi tepat… di waktu yang salah.”
Dengan pendekatan CVJ yang tepat, Anda tak hanya mendapatkan pembeli, tapi membangun komunitas pelanggan yang loyal. Ingin tahu tahap mana yang harus difokuskan terlebih dahulu untuk bisnis Anda?
Unduh Worksheet Customer Value Journey (CVJ)
Di sesi selanjutnya, kita akan bahas tahap demi tahap bagaimana membangun Perjalanan Nilai Pelanggan (CVJ) yang efektif.
📥 Download Worksheet CVJ dan gunakan sebagai panduan praktis!
Kenapa ini penting?
- Worksheet ini akan membantu Anda memvisualisasikan alur pelanggan dari awal sampai jadi promotor.
- Format interaktif (bisa di-edit langsung) memudahkan Anda mencatat ide konten/gagasan untuk setiap tahap.
💡 Tips Menggunakan Worksheet:
- Isi sambil belajar – Setiap kali ada inspirasi (contoh: “Bisa bikin quiz di tahap Engage!”), langsung tulis di worksheet.
- Customize – Sesuaikan dengan model bisnis Anda (B2B/B2C).
- Diskusikan dengan tim – Gunakan sebagai bahan diskusi untuk menyelaraskan strategi.
🎯 Tugas Anda Sekarang:
- Klik tombol download untuk mendapatkan worksheet-nya.
- Siapkan catatan atau ide awal yang ingin Anda tuangkan.
Contoh Isian Worksheet:
| Tahap CVJ | Ide Konten/Kegiatan |
|---|---|
| Aware | Iklan Instagram dengan reel “5 Kesalahan Umum [Industri Anda]” |
| Convert | Webinar gratis + penawaran spesial di akhir sesi |
Mari Mulai!
Dengan worksheet ini, Anda bukan hanya memahami teori, tapi langsung memetakan aksi nyata untuk bisnis Anda.
“Strategi tanpa eksekusi hanya akan jadi mimpi. Worksheet ini membantu Anda bergerak dari rencana ke tindakan.”
⬇️ [Download Worksheet CVJ Sekarang]
Bab 2: Memahami Tahap “Aware” (Sadar)
Mengapa Tahap Ini Penting?
Sebelum seseorang membeli dari Anda, mereka harus menyadari bahwa Anda ada. Ini adalah langkah pertama dalam perjalanan pelanggan—tanpa kesadaran, tidak ada konversi!
🔹 Contoh Nyata:
- Apple dan Amazon dulunya tidak dikenal. Butuh waktu bagi orang untuk mengenal mereka sebelum jadi pelanggan.
- Bisnis Anda juga sama—orang perlu “disadarkan” tentang keberadaan Anda.
Apa yang Terjadi di Tahap “Aware”?
Di sini, calon pelanggan:
- Pertama kali melihat brand Anda (lewat iklan, media sosial, rekomendasi, dll).
- Mulai mengenali nama/misi Anda, tapi belum berinteraksi lebih jauh.
- Belum siap membeli, tapi mungkin tertarik untuk mencari tahu lebih banyak.
💡 Fakta Menarik:
- 96% pengunjung website tidak langsung membeli—mereka butuh waktu untuk mengenal brand Anda. (Sumber: HubSpot)
- Tugas Anda di tahap ini: Membuat kesan pertama yang menarik & relevan!
Contoh Aktivitas di Tahap “Aware”
| Channel | Contoh Strategi |
|---|---|
| Iklan | Instagram Ads dengan visual menarik + pesan singkat |
| SEO | Artikel blog yang menjawab masalah umum calon pelanggan |
| Media Sosial | Konten viral (reel, meme, atau infografis) |
| Referral | Rekomendasi dari pelanggan/pihak lain |
Contoh Kalimat Efektif:
❌ “Kami jual software akuntansi!” (Fokus produk)
✅ “Bingung catat keuangan bisnis? Kami punya solusi simpel!” (Fokus masalah)
Kesalahan Umum di Tahap “Aware”
- Terlalu cepat “jualan” → Orang belum kenal Anda, langsung ditawari produk.
- Konten tidak relevan → Membahas hal teknis, bukan masalah pelanggan.
- Tidak ada CTA (Call-to-Action) ringan → Misal: “Follow kami untuk tips lainnya” lebih baik daripada “Beli sekarang!”
Apa Selanjutnya?
Di modul berikutnya, kita akan bahas:
- Contoh nyata konten “Aware” di berbagai platform
- Cara mengukur efektivitas strategi Awareness
“People don’t buy from strangers. Tahap ‘Aware’ adalah pintu gerbang untuk membangun keakraban.”
🎯 Tugas Anda:
- Identifikasi 3 cara calon pelanggan bisa menemukan bisnis Anda saat ini.
- Buat 1 konten “Aware” (bisa berupa ide reel Instagram, judul blog, atau konsep iklan).
Memanfaatkan Iklan Digital di Tahap “Aware”
Contoh Praktis: Iklan Disney+ di Facebook


Bayangkan Anda sedang scroll Facebook, tiba-tiba muncul iklan Disney+ dengan:
- Visual mencolok (karakter Star Wars yang familiar)
- Pesan sederhana: “Tonton semua film favoritmu dalam satu tempat!”
- CTA ringan: “Cek sekarang” (bukan “Berlangganan sekarang!”)
🔹 Ini disebut pattern interrupt:
Iklan yang memecah kebiasaan pengguna scrolling untuk menarik perhatian, tanpa memaksa langsung beli.
Cara Membuat Iklan “Aware” yang Efektif
- Gunakan Visual yang Familiar
- Contoh: Jika target pasar Anda ibu-ibu, gunakan gambar keluarga bahagia (bukan grafik teknis).
- Fokus pada Masalah, Bukan Produk
- ❌ “Kami jual kursus online!”
- ✅ “Gak sempat ikut kelas offline? Belajar fleksibel di mana saja!”
- CTA Santai
- “Pelajari selengkapnya”
- “Tonton demo 1 menit”
- Targeting Tepat
- Manfaatkan interest-based targeting (misal: penggemar Marvel untuk iklan Disney+).
A/B Testing untuk Iklan Aware
Coba bandingkan:
- Versi A: Gambar produk + teks “Diskon 20%”
- Versi B: Gambar orang tersenyum + teks “Solusi untuk [masalah spesifik]”
💡 Fakta: Iklan dengan pendekatan problem-awareness biasanya 2x lebih efektif di tahap ini.
Aksi Anda:
- Analisis 3 iklan “Aware” di feed media sosial Anda. Apa yang membuat mereka mencolok?
- Buat draft iklan untuk bisnis Anda dengan formula:
- Visual menarik +
- Pesan berbasis masalah +
- CTA non-tekanan.
“Di tahap Aware, tugas Anda bukan menjual, tapi membuat mereka berkata, ‘Wah, ini bisa jadi solusi untukku!'”
Memaksimalkan Pemasaran Pencarian (Search Marketing) di Tahap “Aware”
Contoh Nyata:
Bayangkan Anda sedang bepergian dan ingin makan BBQ enak, tapi tidak tahu tempatnya. Apa yang Anda lakukan? “Googling” — mencari “restoran BBQ terdekat” atau “BBQ terenak di [nama kota]”.


🔹 Inilah momen “Aware” lewat pencarian:
- Calon pelanggan sadar ada masalah (“Aku mau BBQ enak!”)
- Mereka belum kenal bisnis Anda, tapi mulai mencari solusi
- Daftar hasil Google jadi gerbang pertama mengenalkan bisnis Anda
Cara Memenangkan Tahap “Aware” di Pencarian
1. Optimasi SEO untuk Kata Kunci “Masalah”
Orang tidak mencari “Kami jual BBQ premium”, tapi:
- “Tempat BBQ enak di [lokasi]”
- “Rekomendasi resto BBQ berkuah”
- “Menu BBQ halal terdekat”
💡 Tips:
- Buat konten (blog/FAQ) yang menjawab pertanyaan ini.
- Gunakan long-tail keywords (kata kunci spesifik).
2. Manfaatkan Google My Business
- Pastikan profil bisnis Anda lengkap & terverifikasi.
- Tambahkan foto menu, jam buka, dan review pelanggan.
3. Konten “Awareness-Friendly” di Website
- Judul halaman: “5 Rekomendasi BBQ Juicy di Jakarta Selatan” (bukan “Selamat Datang di Resto Kami”).
- Meta deskripsi: Jelaskan solusi Anda secara singkat (contoh: “BBQ smoky dengan bumbu rahasia sejak 1990. Pesan sekarang!”).
Kesalahan Fatal di Tahap Ini
- Website tidak mobile-friendly (50%+ pencarian via HP).
- Judul meta terlalu generic (“Restoran BBQ” vs “BBQ Angus Premium dengan Saus Pedas Manis”).
- Abai pada kecepatan loading (visitor kabur jika website lambat).
🎯 Tugas Anda:
- Cari 5 kata kunci yang digunakan calon pelanggan untuk menemukan bisnis Anda (gunakan Google Keyword Planner/Ubersuggest).
- Periksa Google My Business bisnis Anda—sudah optimal belum?
“Di tahap Aware via pencarian, Anda bukan sekadar ingin ditemukan, tapi ingin jadi jawaban teratas yang mereka cari.”